KEDIRI – mediamataramanpost.com Pemerintah Kabupaten Kediri mulai mematangkan rencana penerapan kebijakan lima hari sekolah melalui Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Selasa. Forum yang mempertemukan unsur pemerintah, dunia pendidikan, DPRD, tokoh masyarakat, media, hingga organisasi masyarakat sipil tersebut menjadi wadah strategis untuk menghimpun berbagai pandangan sebelum kebijakan diterapkan.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana terbuka dan penuh dinamika itu dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri Dr. Mohamad Solikin, M.AP, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin, anggota DPRD, pengawas sekolah, kepala sekolah, guru, akademisi, LSM, serta tokoh masyarakat dari berbagai wilayah di Kabupaten Kediri.
FGD tersebut digelar sebagai bagian
dari upaya Pemerintah Kabupaten Kediri untuk memastikan setiap kebijakan pendidikan lahir dari proses dialog yang komprehensif dan mempertimbangkan kondisi riil di lapangan. Pasalnya, kebijakan lima hari sekolah dinilai memiliki dampak yang cukup luas, tidak hanya bagi peserta didik dan tenaga pendidik, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, Dr. Mohamad Solikin, menegaskan bahwa transformasi pendidikan harus terus dilakukan agar mampu menjawab tantangan zaman. Menurutnya, perubahan pola pembelajaran harus diarahkan pada peningkatan kualitas pendidikan, bukan sekadar perubahan administratif atau penyesuaian jadwal belajar.
“Yang ingin kita bangun bukan hanya perubahan jadwal belajar, tetapi bagaimana sekolah mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih berkualitas, lebih efektif, dan berdampak pada pembentukan karakter anak-anak kita. Karena pendidikan tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga di lingkungan keluarga dan masyarakat,” tegas Solikin, Selasa (9/6/2026).
Ia menjelaskan, konsep lima hari sekolah sejatinya memberikan ruang yang lebih luas bagi peserta didik untuk mengembangkan karakter, memperkuat hubungan dengan keluarga, serta mengikuti berbagai aktivitas sosial dan keagamaan di lingkungan masing-masing.
Menurut Solikin, keberhasilan sebuah kebijakan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh regulasi, tetapi juga kesiapan seluruh pihak yang akan menjalankannya.
“Karena itu kami tidak ingin terburu-buru. Pemerintah Kabupaten Kediri ingin memastikan bahwa setiap kebijakan yang diterapkan benar-benar berdasarkan kebutuhan dan kesiapan masyarakat. Melalui forum ini, kami ingin mendengar langsung suara para guru, kepala sekolah, orang tua, dan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Mokhamat Muhsin, menegaskan bahwa pembahasan lima hari sekolah harus dilakukan secara objektif dengan mempertimbangkan berbagai aspek pendukung.
Menurutnya, keberhasilan implementasi kebijakan sangat bergantung pada kesiapan sekolah dalam mengatur proses pembelajaran, sumber daya manusia, serta dukungan sarana dan prasarana pendidikan.
“Kita harus memastikan bahwa ketika kebijakan ini diterapkan, seluruh satuan pendidikan benar-benar siap. Jangan sampai niat baik meningkatkan kualitas pendidikan justru menghadirkan persoalan baru. Oleh karena itu, kami membuka ruang seluas-luasnya untuk menerima masukan dari semua pihak,” kata Muhsin.
Ia menambahkan, konsep lima hari sekolah berpotensi memberikan manfaat yang cukup besar apabila diterapkan secara tepat.
“Dengan pengaturan yang baik, peserta didik memiliki kesempatan lebih banyak untuk mengembangkan minat dan bakat, memperkuat interaksi dengan keluarga, serta membangun karakter melalui kegiatan di lingkungan masyarakat. Namun semua itu harus didukung dengan perencanaan yang matang,” tambahnya.
Dalam sesi diskusi, sejumlah kepala sekolah menyampaikan berbagai pandangan terkait kesiapan satuan pendidikan. Beberapa peserta menilai bahwa penerapan lima hari sekolah dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran apabila diikuti dengan penyesuaian kurikulum dan metode belajar yang lebih inovatif.
Namun demikian, terdapat pula sejumlah catatan yang perlu menjadi perhatian pemerintah, di antaranya terkait penambahan durasi belajar harian, kesiapan fasilitas sekolah, hingga kondisi geografis dan sosial ekonomi masyarakat yang beragam.
Perwakilan guru juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi tenaga pendidik agar mampu mengelola proses pembelajaran yang lebih padat tanpa mengurangi kualitas materi yang diberikan kepada peserta didik.
Sementara itu, aktivis pendidikan dan tokoh masyarakat Khoirul Anam mengingatkan bahwa komunikasi dengan masyarakat harus menjadi prioritas dalam proses implementasi kebijakan.
Menurutnya, orang tua perlu diberikan pemahaman yang utuh mengenai tujuan dan manfaat lima hari sekolah agar tidak muncul kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Kebijakan pendidikan akan berjalan baik apabila masyarakat memahami tujuan yang ingin dicapai. Karena itu sosialisasi harus dilakukan secara masif dan melibatkan seluruh elemen masyarakat, terutama orang tua siswa yang akan merasakan dampak langsung dari kebijakan ini,” ujarnya.
Ia juga menilai bahwa setiap kebijakan pendidikan harus berorientasi pada kepentingan peserta didik dan tidak semata-mata mengikuti tren yang berkembang di daerah lain.
“Yang paling penting adalah memastikan anak-anak mendapatkan layanan pendidikan terbaik. Apapun model yang diterapkan, ukurannya harus jelas, yaitu peningkatan kualitas pendidikan dan pembentukan karakter peserta didik,” tambahnya.
Diskusi berlangsung hangat dan konstruktif. Berbagai masukan yang muncul dari peserta akan dirumuskan sebagai rekomendasi untuk menjadi bahan pertimbangan Pemerintah Kabupaten Kediri dalam menentukan arah kebijakan pendidikan ke depan.
Melalui forum tersebut, Pemerintah Kabupaten Kediri kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan kebijakan pendidikan yang partisipatif, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
FGD ini diharapkan menjadi langkah awal dalam merumuskan kebijakan lima hari sekolah yang tidak hanya efektif secara administratif, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan pendidikan di Kabupaten Kediri serta mendukung terwujudnya generasi yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Karena itu setiap kebijakan harus dipersiapkan secara matang dan melibatkan semua pihak. Kita ingin memastikan bahwa setiap langkah yang diambil benar-benar memberikan manfaat bagi peserta didik dan masa depan Kabupaten Kediri,” pungkas Sekda Kabupaten Kediri, Dr. Mohamad Solikin, M.AP. (mgn).








